Categories
Data

Seperti ini perbedaan di kurun EUL dan EUA buat vaksin Covid-19

KONTAN. CO. ID - JAKARTA. Di masa pandemi, banyak orang yang mendadak ingin tahu tentang vaksin. Mulai proses pembuatan vaksin, hingga proses perizinan penggunaannya.  Keingintahuan yang luhur itu wajar saja memikirkan vaksinasi, saat ini dipercaya sebagai jalan bagi pengikut manusia untuk mengakhiri pandemi. Di banyak negara, tercatat di Indonesia, program vaksinasi pun sudah bergulir semenjak Januari lalu.

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. Di masa pandemi, banyak orang yang mendadak ingin tahu tentang vaksin. Berangkat proses pembuatan vaksin, tenggat proses perizinan penggunaannya.  

Keingintahuan yang mulia itu wajar saja memikirkan vaksinasi, saat ini diyakini sebagai jalan bagi umat manusia untuk mengakhiri pandemi. Di banyak negara, tercatat di Indonesia, program vaksinasi pun sudah bergulir semenjak Januari lalu.

Setelah program vaksinasi berjalan hampir empat bulan di negeri ini, pegari pertanyaan tentang perizinan mengenai perbedaan perizinan penggunaan vaksin. Maklumlah, saat ini ada dua istilah yang kerap dikutip sebagai izin penggunaan vaksin. Masing-masing adalah emergency use of listing (EUL) dengan emergency use of authorization alias EUA.

Baca Selalu: UPDATE Corona Indonesia, Minggu (18/4): Tambahan 4. 585 kasus, pasti pakai masker

Mengutip Satgas Penangangan Covid-19, kedua bentuk izin itu pada dasarnya setali tiga uang. “Baik EUL maupun EUA ialah dua bentuk izin penggunaan terbatas untuk vaksin, obat-obatan dan alat diagnostik in Vitro, atas dasar beberapa pertimbangan yang intinya sesuai, ” Jurubicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito di keterangan pers yang disiarkan kanal BNPB Indonesia, Kamis (15/4).

Pertimbangan dalam pemberian kedua izin tersebut seperti izin itu diberikan dalam konteks mengatasi kedudukan darurat kesehatan masyarakat akibat penyakit yang serius serta mematikan, seperti Covid-19. Tanda lain pemberian izin gawat adalah ketiadaan produk farmasi yang mampu menghilangkan serta mencegah wabah penyakit.

Pemberian kedua izin itu juga didasarkan atas petunjuk bahwa tahapan produksi dijalankan berdasarkan atas kaidah ilmiah dengan standar-standar tertentu. Semisal good clincial practice, proof concept, good laboratory practice dan good manufacturing practices.  

gong2deng –>

Editor: Thomas Hadiwinata