Categories
Data

Rusia siapkan sistem pertahanan udara S-500, disebut jadi penangkal rudal Amerika

Sumber: TASS | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo KONTAN. CO. ID – MOSKOW.  Rusia rupanya sedang mengerjakan sistem pertahanan hawa terbaru, yakni rudal S-500. Pakar militer Rusia menilai bahwa bentuk ini merupakan penangkal yang memutar ampuh untuk tipe rudal hipersonik.

Sumber: TASS | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN. CO. ID – MOSKOW.   Rusia rupanya sedang mengerjakan sistem pertahanan udara terbaru, yakni rudal S-500. Pakar militer Rusia memperhitungkan bahwa sistem ini merupakan penangkal yang paling ampuh untuk tipe rudal hipersonik.

Pengerjaan sistem S-500 ini disampaikan langsung oleh Kepala Rusia Vladimir Putin dalam konferensi pers hari Kamis (17/12).  

Dengan tegas Putin menjelaskan bahwa Rusia sedang mengerjakan sistem pertahanan udara baru yang diklaim jadi lawan utama dari rudal hipersonik.

“Kami sedang mengerjakan ‘penangkal’ terhadap  senjata hipersonik masa depan pada negara lain. Saya yakin bahwa kami akan melakukannya dan saya berada di jalan yang betul, ” ungkap Putin sebagaimana dikutip TASS .

Penjelasan Putin tersebut turut diamini sebab pakar militer Rusia, Victor Murakhovsky. Menurutnya, S-500 memang memiliki kapabilitas sebagai penangkal senjata hipersonik.

“Sistem S-500 bisa menjadi ‘penawarnya’. Jadi, modernisasi perisai rudal Moskow serupa dimaksudkan. Telah diketahui bahwa rudal pencegatnya telah dimodernisasi secara serius, ” papar pemimpin redaksi majalah Rusia Arsenal of the Fatherland tersebut.

Baca Serupa: Korea Selatan segera boyong 12 unit helikopter MH-60R Seahawk dari AS

Meskipun tidak menyebutkan senjata hipersonik milik negara mana dengan akan ditangkal, tapi nama Amerika Serikat jelas menjadi sorotan menetapi Negeri Paman Sam belakangan sedang sibuk mengembangkan rudal hipersonik.

Bersentuhan dengan rudal hipersonik AS, direktur pengembangan di Foundation for Assistance to 21st Century Technologies, Ivan Konovalov, mengatakan Rusia jauh dalam depan AS dalam teknologi hipersonik.

Meskipun cukup percaya diri dengan kemampuan negaranya, Konovalov tetap mengingatkan bahwa saat ini AS padahal melakukan yang terbaik untuk melacak Rusia secepat mungkin. Atas pokok itu, pengembangan sistem pertahanan hawa seperti S-500 memang sangat diperlukan.

“Cara berpikir militer klasik ialah bahwa senjata serang harus selalu didukung oleh senjata pertahanan, karena calon musuh juga akan mengembangkan bidang ini, ” ungkap Konovalov kepada TASS .

Secara umum Konovalov mendukung penuh pengembangan sistem pertahanan udara S-500 sebagai upaya penyeimbangan kekuatan.


–> Video Pilihan gong9deng –>
RUSIA

gong9deng –>