Categories
Data

Perembesan rendah, insurtech diharapkan bisa bertambah menjangkau masyarakat

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi KONTAN. CO. ID - JAKARTA. Penerapan teknologi digital dalam asuransi diharapkan dapat mendorong perembesan asuransi di Indonesia yang sedang relatif rendah. Melalui produk-produk asuransi yang lebih simple, dan klaim yang bisa dilakukan secara digital, diharapkan dapat menepis kesan bahwa asuransi rumit dan sulit diklaim.

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. Penerapan teknologi digital di asuransi diharapkan mampu mendorong penetrasi asuransi di Indonesia yang masih relatif  rendah. Melalaikan produk-produk asuransi yang lebih simple , dan klaim yang bisa dilakukan secara digital, diharapkan dapat menepis kesan bahwa asuransi rumit dan sulit diklaim.  

M. Ihsanuddin, Deputy Komisioner Pengawasan IKNB II OJK mengucapkan, pertumbuhan literasi asuransi masih perlahan-lahan, serta densitas dan penetrasi juga masih rendah. Untuk IKNB, tambahnya, yang tumbuh cukup pesat adalah pegadaian dan fintech . Ihsanuddin juga mengatakan, di tengah kondisi ekonomi yang zaman ini mengalami kontraksi memang duga sulit untuk memasarkan asuransi.

Baca Juga: Akulaku sudah restrukturisasi kredit tenggat Rp 47, 3 miliar bagi Juli 2020

“Selama ekonomi belum  membaik, atau income masyarakat belum pulih, dan industri  asuransi belum sehat, tidak mudah-mudahan memasarkan asuransi. Apalagi dengan pola bukan face to face , ” ujarnya di acara InfobankTalkNews Media Discussion bertema “Peluang dan Tantangan Asuransi pada Era Digital” yang dilaksanakan, dalam Jakarta, Kamis, (30/7).

Senada, Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Institute mengatakan, insurtech untuk saat ini baru sampai potensi, namun memiliki potensi dengan sangat besar. “Asuransi akan cantik kalau ekonominya baik, namun ekonomi sendiri saat ini masih terkontraksi” ujarnya.  

Sementara itu, Bianto Surodjo, Director & Chief of Partnership Distribution Officer PT Asuransi Allianz Life Indonesia menambahkan, bisnis digital diakui membantu asuransi untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Menurutnya, pesatnya perkembangan pada payment system akan diikuti pula oleh asuransi. “Mungkin Perjalanan asuransi akan mengikuti jejak payment ini, hanya start poinnya saja yang berbeda” ujarnya.

Baca Juga: Bank Mandiri sudah salurkan pengaruh Rp 16, 2 triliun sebab dana PEN

Ia menambahkan, jika mau tumbuh lebih cepat, maka asuransi harus memasukkan ekosistem digital. “Di Asuransi umum sudah berjalan, menempelkan asuransi perjalanan ke platform perjalanan.   Allianz juga sudah memulai menerapkan ini dengan bekerja sama secara Bukalapak misalnya, untuk menawarkan asuransi kesehatan dan jiwa” jelas dia.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih untuk perhatian Anda, tersedia voucer percuma senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong15deng –>
ASURANSI

gong15deng –>