Categories
Data

Menkeu dorong belanja Rp 1. 067, 2 triliun pada kuartal IV-2020

KONTAN. CO. ID - JAKARTA. Periode kuartal IV-2020 merupakan momentum pemulihan ekonomi, setelah ada perbaikan ekonomi pada kuartal III-2020 dari kuartal II-2020 yang memicu resesi ekonomi.  Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2020, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pemerintah telah menghitung ada Rp 1. 067, 2 triliun anggaran belanja yang segera dimanfaatkan pada November-Desember 2020. Total honorarium tersebut berasal dari Anggaran…

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. Periode kuartal IV-2020 merupakan momentum perbaikan ekonomi, setelah ada perbaikan ekonomi di kuartal III-2020 dari kuartal II-2020 yang memicu resesi ekonomi.  

Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2020, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati  menyampaikan pemerintah telah menghitung ada Rp 1. 067, 2 triliun anggaran belanja yang segera digunakan pada November-Desember 2020. Total belanja tersebut berasal sejak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negeri (APBN) dan Anggaran Pendapatan & Belanja Daerah (APBD).

Dari sisi APBN, akan sisa belanja negara yang belum terealisasi sebesar Rp 798, tujuh triliun. Jumlah tersebut berasal dibanding belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Rp 421, 2 triliun, belanja non-K/L Rp 2, 43, 7 triliun, & Transfer ke Daerah dan Biaya Desa (TKDD) Rp 133, 8 triliun.  

Dari sisi APBD, sisa belanja yang dialokasikan pada penghujung kuartal IV-2020 sebesar Rp 402, 3 triliun.  

Baca Juga: Investasi pemerintah ke BUMN masih mini, per November baru Rp 4, 15 triliun

“Jika dilihat total menyeluruh kalau dikurangi dengan transfer ke daerah, masih ada sekitar Rp 1. 067, 2 triliun tunggal apabila APBN dan APBD dieksekusi sesuai dengan rencana, ” cakap Menkeu dalam konferensi pers, Selasa (1/12).

Kendati demikian, Menkeu menghargai penyerapan belanja dalam APBD sedang lambat. Catatan menkeu dari total belanja daerah hingga akhir Oktober 2020, realisasi realokasi belanja kesehatan tubuh baru 49, 12% dari para-para, realokasi belanja daerah 56, 62%, dan dukungan ekonomi 14, 3%. Jumlah ini berbanding jauh secara realisasi belanja negara yang menyentuh 74, 5% di akhir Oktober lalu.

“Ini menggambarkan daerah bersandar dari program pemerintah pusat, belum secepat dan seurgent pemerintah induk. Kita berharap APBD bisa membantu seluruh program agar bisa membangun counter cyclical -nya, ” ujar Menkeu.  

Menkeu memproyeksi dengan adanya perbaikan ekonomi di kuartal IV-2020 kemajuan ekonomi sepanjang tahun 2020 mampu berada di kisaran minus 1, 7% hingga minus 0, 6%.

 

gong2deng –>

Editor: Herlina Kartika Dewi