Categories
Data

Membuat bangga! UNPAD produksi alat rapid test dengan akurasi 80% serta murah

Reporter: Azis Husaini | Editor: Azis Husaini KONTAN. CO. ID -JAKARTA. Universitas Padjadjaran (Unpad) tak henti-henti memberikan kontribusi buat penanganan atau pencegahan pandemi Covid-19 di Jawa Barat.

Reporter: Azis Husaini | Editor: Azis Husaini

KONTAN. CO. ID -JAKARTA. Universitas Padjadjaran (Unpad) tak henti-henti memberikan kontribusi untuk penanganan atau pencegahan pandemi Covid-19 di Jawa Barat.

Setelah berhasil memproduksi Ventilator dengan nama Vent-I (Ventilator Indonesia) bersama ITB dan Masjid Salman, kini Unpad berhasil memproduksi kendaraan rapid test dengan nama Deteksi Cepad.

Baca Selalu: Keren! Lima ventilator made in Indonesia lolos tes Kemenkes siap produksi massal

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa Unpad pada minggu ini sudah menyelenggarakan memproduksi rapid test sendiri.

“Hasilnya lebih akurat dan murah dibanding yang impor sekarang ini. Keakuratannya 80% atau hampir setara dengan tes PCR. Menggunakan metode deteksi antigen bukan antibody seperti yang selama ini dipergunakan. Dinamai DETEKSI CEPAD, ” ungkap Ridwan di dalam akun Instagramnya.

Menyuarakan Juga: Lima ventilator made in Indonesia sudah lolos uji sertifikasi Kemenkes

Alat rapid test dengan nama Deteksi Cepad tersebut dibuat oleh para ilmuwan dari Fakultas MIPA Unpad.  

Ridwan Kamil juga pernah mengatakan bahwa Unpad juga saat ini sedang bekerjasama dengan ITB untuk membuat cara rapid test sendiri.

Kata dia, pihaknya akan membuat alat rapid test sendiri bulan depan. Akurasi alat ini diklaim dua kala lipat dari alat yang dipakai saat ini. “Buatan UNPAD dan ITB, ” kata Ridwan Lengkap saat mengecek kesiapan AKB di Kabupaten Pangandaran dikutip Kompas. com, Kamis (11/6/2020).

Mengucapkan Juga: Inilah 15 daerah di Jawa Barat yang siap terapkan new normal berangkat 1 Juni

Sebelumnya, untuk Ventilator yang sudah dibuat UNPAD-ITB-Masjid Salman diberi nama Vent-I dan sudah beredar ataupun digunakan dimana-mana, baik Rumah Melempem di Jawa Barat maupun daerah lainnya. Harga dari Vent-I pula hanya 5% dari harga ventilator impor yang mencapai Rp 500 juta – Rp 700 juta per unit, adapun fungsinya seimbang dengan barang impor.


–> Video Pilihan

–>

–>
VIRUS CORONA

–>