Categories
Data

Kementan dukung pengolahan dan pemasaran porang di Banyumas

LANGSUNG. CO. ID - JAKARTA. Departemen Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) bekerja persis dengan Anggota Komisi IV DPR menyelenggarakan Bimbingan Teknis Petani dan Penyuluh di Kabupaten Banyumas, Jawa Sedang.

KONTAN. CO. ID –   JAKARTA . Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) bekerja serupa dengan Anggota Komisi IV DPR menyelenggarakan Bimbingan Teknis Petani dan Penyuluh dalam Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.  

Bimtek dilaksanakan pada tanggal 1 April 2021 bertempat di Aston Imperium Purwokerto. Bimtek saat ini mengambil tema “Budidaya Pengerjaan Dan Pemasaran Porang”.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengutarakan porang merupakan komoditas pertanian yang sangat berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi nasional dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani. Pasalnya, porang merupakan salah satu komoditas pertanian yang berfaedah ekonomi tinggi dan sedangkan diminati pasar ekspor.  

“Kementan siap membakar potensi porang dan keluaran olahannya. Komoditas ini mempunyai pasar ekspor ke Jepang, Taiwan, Korea dan China serta beberapa Negara Eropa, ” ucap Syahrul.  

Baca Juga: Ini 4 strategi Kementerian Pertanian maksimalkan produksi sektor pertanian

Kepala Badan Penyuluhan serta Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa Kementan pusat fokus mengembangkan komoditas porang.  

“Kami menyelenggarakan pelatihan, bimbingan teknis (bimtek), dan webinar ke petani dan masyarakat untuk mendorong petani mulai membudidayakan porang untuk dipanen atau buat pembibitan, ” ujar Dedi dalam siaran pers, Sabtu (3/4).  

Negeri melalui Kementerian Pertanian telah meluncurkan Program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Ekspor). Kalender ini bertujuan mendorong petani, penangkar benih, pembibit, pembudidaya, pengusaha dan eksportir untuk melipatgandakan produksi dan lulus lintas ekspor pertanian menjadi tiga kali lipat.  

“Kami di Banyumas siap mendukung produksi serta ekosistem porang sebagai komoditas strategis untuk ekspor, ” jelas Tjut Viviani Kemala, Kabid Penyuluhan dan Mengarahkan Usaha, Dinas Pertanian serta Pangan Kabupaten Banyumas.

Sunarna Anggota Komisi IV DPR, Sunarna, mengatakan bahwa komoditas porang sedang menjelma primadona pada saat itu, peluang tersebut harus bisa ditangkap oleh petani.  

Mengaji Juga: Salah Kaprah Talas Beneng

“Porang saat ini medium ramai dan seksi. Kehormatan bagus, market bagus, & peluang luas. Budidaya ini memerlukan waktu yang periode, sekitar 2 tahun, namun nilai ekonominya sangat menjanjikan. Diharapkan peserta bimtek harus mempelajari dan memahami dengan baik, agar paham muslihat dan inovasi untuk budidaya porang”, jelas Sunarna.

gong2deng –>

Editor: Noverius Laoli