Categories
Data

Itu temuan Kemenkop UKM soal kandas bayar di KSP Indosurya dan Hanson Mitra Mandiri

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi LANGSUNG. CO. ID - JAKARTA. Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) tengah menyelidiki kasus gagal bayar di KSP Indosurya dan Koperasi Hanson Mitra Sendiri. Dari hasil penyelidikan tersebut terlihat berbagai masalah dalam kegiatan operasional maupun pengelolaan dana koperasi.

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) tengah menyelidiki  kasus gagal bayar di KSP Indosurya dan Koperasi Hanson Mitra Mandiri. Dari hasil penyelidikan tersebut ditemukan berbagai masalah dalam kegiatan operasional maupun pengelolaan dana koperasi.

Staf Khusus Menteri Bidang Patokan, Pengawasan Koperasi dan Pembiayaan Departemen Koperasi dan UKM Agus Santoso menyebut, dua koperasi tersebut jalan selayaknya perbankan dengan menjanjikan return luhur serta menggunakan tenaga marketing.

Baca Juga: Lengkapi berkas tersangka Jiwasraya, Kejagung cecar 13 pejabat OJK

“Berdasarkan hasil penyeliaan kami, Hanson dan Indosurya diduga melanggar tindak pidana perbankan. Isyarat koperasi seperti bank ini sudah menyusahkan para anggota untuk menjadikan dana, ” kata Agus pada Kontan. co. id, Jumat (15/5).

Lebih anehnya lagi, para korban tidak memiliki kartu anggota koperasi serta tidak pernah mengikut Kerap Anggota Tahunan (RAT). Sementara itu, pengurus bukan berasal dari koperasi melainkan perusahaan grup. Hal ini dinilai menyalahi prinsip koperasi yang mengutamakan mufakat dari dan untuk anggota.

“Hanson dan Indosurya maujud perusahaan konglomerasi. Dari situ pemimpin koperasi bersifat sempurna down dari beberapa perusahaan grup, ” tambahnya.

Jadi perusahaan konglomerasi, ia menduga ke-2 koperasi tersebut menghimpun dana konsumen bernilai triliunan rupiah kemudian dialirkan ke grup. Bahkan patut selalu diduga, aset koperasi sengaja digembosi atau tempat menaruh kredit terhambat dari perusahaan grup.

Baca Juga: Otto Hasibuan sebut aset PKPU rentan dipermainkan, ini kata pihak KSP Indosurya

Kejanggalan lainnya, terkait pertambahan kantor cabang yang begitu cepat dalam zaman beberapa tahun seperti Koperasi Indosurya. Hal ini dibarengi peningkatan bagian aset yang bernilai hingga triliunan rupiah dengan singkat.

Untuk mengambil itu semua, Kemenkop menggandeng Bareskrim Polri dan Pusat Pelaporan & Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) buat menelusuri aliran dana koperasi Indosurya. Selain itu juga melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

“Modusnya terlihat mereka memutar uang dalam grup sebab oknum-oknum tertentu sehingga diduga ada potensi kejahatan pencucian uang. Oleh sebab itu, uang anggota sengaja diputar secara ilegal, ” ungkapnya.

Baca Juga: Siapkan Delik Pencucian Uang, Polisi Telusuri Aset Tersangka KSP Indosurya Membuat

Atas kejadian itu, Bareskirm Polri berpotensi menipu tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana KSP Indosurya Membentuk dengan Undang – undang Aksi Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Eksekutif Tipideksus Bareskrim Polri, Brigjen (Pol) Daniel Tahi Monang Silitonga mengesahkan masih menunggu hasil analisis PPATK baru kemudian menentukan apakah memakai delik tersebut atau tidak.

Seolah-olah diketahui, Bareskrim Polri telah menetapkan dua tersangka atas dugaan penipuan dan penggelapan dana koperasi yakni mantan Ketua Pengurus KSP Indosurya Henry Surya (HS) dan Managing Director KSP Indosurya Suwito Ayub (SA).

Keduanya dijerat pasal 46 UU No 10/1998 tentang Perbankan yang mengatur tentang ancaman azab bagi pihak yang menghimpun uang dari masyarakat berbentuk simpanan tanpa izin dari BI.

Baca Juga: Urung bayar KSP Indosurya, kuasa dasar Henry Surya salahkan Jiwasraya

Sementara itu, Bareskrim Polri juga telah menetapkan 12 tersangka perorangan dalam kasus patah pucuk bayar Koperasi Hanson Mitra Mandiri.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra menyebut, belasan tersangka perorangan tersebut berinisial DC, RA, RD, AT, RS, RI, JI, JM, JE, AD, MA, dan SU. Kepolisian juga menetapkan tersangka lain dari dua badan hukum yakni Hanson International dan Hanson  Mitra Mandiri.

“Sampai secara hari ini sudah ditetapkan dua badan hukum sebagai tersangka dan 12 orang tersangka perorangan, ” katanya.

Baca Selalu: Bareskrim berpotensi kala tersangka Koperasi Indosurya dengan Peraturan TPPU

Belasan tersangka tersebut dijerat pasal 46 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan UNDANG-UNDANG Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 atau Pasal 56 KUHP dan Pasal 3 dan/atau Pasal 4 dan/atau Pasal 5 dan/atau Pasal 6 jo Bab 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sayangnya, kepolisian tidak mengungkapkan bagaimana kontribusi tersangka dalam kasus tersebut. Polisi juga tidak menjelaskan secara uraian terkait jabatan tersangka di perusahaan serta apakah mereka sudah ditahan atau belum.

Kepolisian telah mengambil satu hotel di Yogyakarta dengan diduga kuat terkait kasus itu. Serta menyita sejumlah dokumen kepemilikan tanah seluas 500 hektare dengan berada di Tangerang, Lebak, Bogor dan Purwakarta.

Mengucapkan Juga: Otto Hasibuan: Harusnya KSP Indosurya berstatus pailit bukan PKPU

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih arah perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong15deng –>
KASUS KSP INDOSURYA

gong15deng –>