Categories
Data

Itu kiat berinvestasi bagi milenial agar bisa dapat cuan di masa pandemi

KONTAN. CO. ID - JAKARTA. Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo, Septriana Tangkary mengajak generasi milenial untuk gunakan smartphone untuk menjadi entepreneur serta technopreneur.

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. Direktur Informasi serta Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo, Septriana Tangkary menganjurkan generasi milenial untuk gunakan smartphone untuk menjadi entepreneur dan technopreneur.  

Dalam webinar Creativetalks Pojok Literasi Cerdas Berinvestasi, Milenial Tetap Cuan di Pusat Pandemi, dia bilang caranya adalah dengan terus berinovasi dan berkreativitas.

“Ada dua jenis kegiatan menyimpan uang dengan terlihat sama, tapi memang berbeda, yaitu menabung & investasi. Menabung adalah kegiatan menyimpan uang yang biasanya dilakukan dalam jangka pendek. Investasi adalah kegiatan membenahi uang untuk kebutuhan masa panjang dengan tujuan pati mendapatkan keuntungan lebih, ” terang Septriana dalam keterangannya, Jumat (9/4).

Baca Juga: Andalkan rights issue, ini rencana ekspansi Bumi Resources Minerals (BRMS) di 2020

Septriana menghimbau kelompok untuk tidak melakukan investasi pada entitas yang tidak jelas legalitas dan pengawasannya. “Apabila menemukan penawaran investasi yang tidak jelas, Anda perlu memastikan bahwa entitas tersebut beserta investasi yang ditawarkan memiliki izin dengan sah dari otoritas yang berwenang atau tidak melalui https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/AlertPortal/Negative,” terangnya.

Koordinator Informasi dan Komunikasi Perekonomian Satu, Kemenkominfo, Eko Slamet Riyanto mengatakan tengah pandemi COVID-19, jumlah investor Pasar Modal Indonesia tetap menyusun pesat. “Jumlah investor Rekan Modal Indonesia sesuai secara data yang tercatat pada KSEI per tanggal 29 Desember 2020 naik lebih dari 50% menjadi 3. 871. 248 dari sebelumnya 2. 484. 354 dalam akhir tahun 2019”, jelasnya.

Eko menerangkan di dalam tiga tahun terakhir pertumbuhan investor pasar modal Indonesia didominasi kalangan anak muda terutama generasi milenial dan Gen-Z. pertumbuhan terbesar ada dari investor di kolong usia 25 tahun, kemudian pertumbuhan tertinggi berikutnya ialah investor di antara 26 sampai 30 tahun.

Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas V. M. Tarihoran, menyampaikan perut tips berinvestasi secara tenteram. Pertama, tetapkan tujuan keuangan. Jangan berinvestasi tanpa tahu tujuan investasi. Kedua kenali diri sendiri. Ketahui raut risiko pribadi, apakah termasuk ke dalam tipe investor yang konservatif, moderat, atau agresif.  

Horas juga menghimbau bahwa tidak ada satu investasi biar yang tidak berisiko. “Berhati-hatilah sebelum berinvestasi. Cek dahulu ke OJK melalui call center 157 atau whatsapp melalui 081157157157, ” terangnya.

Menyuarakan Juga: Yield US Treasury mulai turun, kurs rupiah pekan tersebut masih melemah

Sementara Head of Advisory Finansialku, Robby Cristy menjelaskan sebelum berinvestasi, kumpulkan dana darurat terlebih dahulu. Dana darurat dihitung berdasarkan pengeluaran per bulan.   “Berikut perhitungan dana daruratnya. Untuk s ingle 6 bulan pengeluaran, menikah 9 kamar pengeluaran, memiliki anak 12 bulan pengeluaran, ” terangnya.  

Sedangkan buat memulai bisnis, founder PT Nusantara Segar Global, Margareta Astaman mengatakan mulailah dengan modal yang ada & disesuaikan dengan skalanya. “Dan yang perlu diingat, modal usaha tidak hanya uang tetapi ada modal baik dan modal kemampuan. Kembangkan seluruh modal tersebut buat memajukan usaha kalian, ” jelasnya.

Kegiatan Webinar Pojok Literasi ini diselenggarakan oleh Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kemenkominfo diikuti 30 orang peserta yang hadir dengan offline dan 215 peserta daring.  

 

gong2deng –>

Editor: Tendi Mahadi