Categories
Data

Implementasi PSAK 72 di tengah Covid-19, bagaimana prospek emiten properti?

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Tendi Mahadi KONTAN. CO. ID - JAKARTA. Di tengah penyebaran Covid-19, emiten properti juga mulai menerapkan PSAK 72 mengenai pengakuan perolehan apabila sudah serah terima unit. PSAK 72 diperkirakan bakal berpengaruh pada pengembang properti gedung bertingkat (high-rise).

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. Di tengah penyebaran Covid-19, emiten properti juga mulai menerapkan PSAK 72 mengenai pengakuan pendapatan apabila sudah serah terima unit. PSAK 72 diperkirakan bakal berdampak pada pengembang properti gedung bertingkat (high-rise).

Analis NH Korindo Sekuritas Ajeng Bintang Hapsari menjelaskan, meski berdampak namun penerapan PSAK 72 yang telah direncanakan penerapannya sejak tahun berarakan harusnya mampu diantisipasi pengembang buat menyusun strategi penjualan terkait proyek-proyek mana yang mampu dicatatkan penjualannya lebih cepat.

Mengucapkan Juga: Ciputra Residence raup Rp 55 miliar menggunakan penjualan online dalam sehari

Perusahaan properti dengan penjualan yang didominasi pada properti high rise akan lebih terdampak penerapan PSAK 72 dibandingkan dengan kongsi properti yang penjualannya didominasi landed-house dibanding segi pencatatan pendapatan.

Namun dalam tengah wabah Covid-19 ini, kemajuan angka penjualan pada properti landed house pun tidak mudah, karena klub cenderung menyimpan uangnya untuk keperluan pokok seperti makanan. Hal itu menyebabkan kenaikan potential loss baik dalam emiten dengan dominasi penjualan bagian high rise maupun landed house .

“Dalam masa pandemi ini, saya proyeksikan pendapatan dan laba emiten properti dapat tertekan sebesar 7% hingga 15% dengan rata-rata, ” jelas Ajeng kepada Kontan, Senin (11/5).

Prospek emiten properti masih akan sulit lahir selama masa pandemi ini, terlebih dengan emiten yang pendapatannya didominasi oleh properti high rise .

Menyuarakan Juga: Pakuwon Asli (PWON) bukukan kenaikan laba tujuh, 09% di 2019

Alasannya, lanjut Ajeng, pemberlakuan PSBB membuat kantor, mall had apartemen sepi. Namun, hingga era ini OJK telah mengeluarkan kebijakan relaksasi kredit, termasuk KPR secara periode April hingga September 2020. Kebijakan ini diharapkan dapat membakar pergerakan ekonomi dan sektor kekayaan.

Dus, Ajeng merekomendasikan beli saham CTRA dengan target harga Rp 780 dalam satu tahun ke depan. Adapun harga CTRA hari ini ditutup menguat 2, 91% di level Rp 530.

“Total pendapatan Ciputra Development yang didominasi 83% dari penjualan landed house , sisanya 17% dari high rise meminimalisir dampak penerapan PSAK 72 pada penurunan pendapatan tercatat, ” jelasnya.

Baca Juga: Eksekutif utama ENVY mengundurkan diri, ini klarifikasi manajemen

Selain itu, pada 2020 serta selama masa pandemi ini CTRA akan fokus pada penjualan properti menengah ke bawah dan properti existing seperti CitraRaya Tangerang, Citra Maja Raya, juga sementara menahan peluncuran proyek baru hingga keadaan Kembali normal.

CTRA pun masih membuktikan penguatan pada kuartal I-2020 dengan kenaikan marketing sales 2, 7%  sebesar Rp 1, 14 triliun, memenuhi 17, 01% dari target marketing sales tahun ini sebesar Rp enam, 7 triliun
bene

DONASI, Dapat Voucer Percuma!
Dukungan Anda akan menambah spirit kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas menjawab Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong16deng –>
REKOMENDASI SAHAM

gong16deng –>