Categories
Data

Duh, Manajer Leicester City Brendan Rogers pernah terserang corona

KONTAN. CO. ID semrawut JAKARTA.  Saat Liga Inggris berencana untuk memulai kembali pertandingan pada 17 Juni nanti, kabar tak mengenakan kembali terjadi. Setelah direktur Arsenal Mikel Arteta positif terkena virus corona, kali ini direktur Leicester City, Brendan Rodgers pula terkena virus dengan nama lain Covid-19 ini.

KONTAN. CO. ID – JAKARTA.   Saat Liga Inggris berencana untuk memulai kembali perlombaan pada 17 Juni nanti, informasi tidak mengenakan kembali terjadi. Sesudah manajer Arsenal Mikel Arteta meyakinkan terkena virus corona, kali ini manajer Leicester City, Brendan Rodgers juga terkena virus dengan tanda lain Covid-19 ini.

Namun suasana Rodgers kini sudah sembuh sebab corona. Sebelumnya, ia menderita sesak napas. “Saya hampir tidak mampu berjalan dan itu mengingatkan kami saat berjalan mendaki ke Gunung Kilimanjaro, ” katanya kepada BBC Radio Leicester.

Mengaji Juga: Hore, Federasi Inggris resmi dimulai lagi di Juni 2020, tapi tanpa penonton

Dirinya dasar pernah mendaki Gunung Kilimanjaro untuk acara amal pada 2011. Pendakian itu ia lakukan beberapa minggu setelah sanggup mengantarkan bekas perkumpulan asuhnya yakni Swansea naik bagian dari Championship ke Liga Pokok Inggris.  

Mengaji Juga: Perdana Liga Inggris: duel Manchester City vs Arsenal, fans Liverpool wajib mengawasi!

Gejala terserang corona mulai ia rasakan setelah timnya mendapat libur sepekan sebelum melakukan pertandingan dengan Watford di dalam 14 Maret. Satu minggu kemudian, ia mulai merasakan kondisi awak yang lemah.  

Selama 3 minggu Rodgers yang sebelumnya selalu pernah sebagai manajer Celtic & Liverpool itu tidak bisa merasakan apa-apa dan mencium bau. Utama minggu kemudian, sang isteri selalu dalam kondisi yang sama dengan dirinya. Hingga akhirnya ia melaksanakan tes dan dinyatakan positif corona.    

Yang ia rasakan selama sakit corona adalah lembah ia tidak punya nafsu makan. Saat makan, ia tidak merasakan apa-apa dilidahnya. “Dan itu sensasi yang aneh bagi saya, ” katanya.

 

gong2deng –>

Editor: Markus Sumartomjon