Categories
Data

Di tengah pandemi, Aneka Gas Pabrik (AGII) pilih berfokus pada keefisienan

KONTAN. CO. ID - JAKARTA. PT Aneka Udara Industri Tbk (AGII) cenderung waspada dalam melakukan kegiatan ekspansi bisnis, seperti pengembangan filling station, dalam tengah perlambatan ekonomi di zaman pandemi Covid-19.

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) cenderung hati-hati dalam melakukan kegiatan ekspansi bisnis, seperti pengembangan filling station , pada tengah perlambatan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Direktur Utama Berjenis-jenis Gas Industri Rachmat Harsono mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum melakukan penambahan filling station baru. Biar tidak dijelaskan secara rinci, pada tahun 2020 dan 2021 Manajemen AGII memiliki target penambahan filling station yang lebih rendah dari iklim biasanya.

AGII pun sangat mempertimbangkan prospek pasar sebelum melakukan ekspansi tersebut. “Fokus kami akan lebih ke arah efisiensi dan meningkatkan produktivitas, daripada ke arah ekspansi seperti tahun-tahun sebelumnya, ” ujarnya dalam landasan publik virtual, Kamis (3/12).

Baca Juga: Sektor kesehatan membantu dongkrak kemampuan Aneka Gas Industri (AGII)

Sekadar catatan, sejauh ini AGII memiliki 104 filling station yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia. Wilayah operasi AGII mencakup Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku.

Di kesempatan yang serupa, Direktur Keuangan Aneka Gas Industri Nini Liemijanto menambahkan, AGII benar tidak begitu jor-joran dalam ekspansi. Hal ini terbukti dari pendayagunaan belanja modal atau capital expenditure (capex) AGII yang cenderung lebih erat.

Ia menyebut, dalam 2—3 tarikh terakhir capex AGII hanya ada di kisaran 12%–15% dari mutlak penjualan perusahaan. “Di tahun-tahun sebelumnya kami sudah begitu gencar melaksanakan ekspansi. Capex kami pun bisa mencapai 30%–50% dari total penjualan, ” ungkapnya.

Dia melanjutkan, AGII sejatinya tetap berusaha terbuka terhadap peluang-peluang pengembangan bisnis di masa mendatang. Manajemen AGII juga hendak terus proaktif dalam mencari bermacam-macam sumber pendanaan untuk menopang skedul bisnis dan menjaga kinerja perusahaan.

Baca Juga: Capex Ciputra Development (CTRA) berpotensi lebih tinggi tahun depan

Sebagai fakta, penjualan bersih AGII turun dua, 48% (yoy) menjadi Rp 1, 57 triliun hingga kuartal III-2020. Di saat yang bersamaan, menyaruk bersih periode berjalan yang bisa diatribusikan kepada pemilik entitas sari AGII turun 59, 81% (yoy) menjadi Rp 29, 52 miliar.

 

gong2deng –>

Editor: Tendi Mahadi