Categories
Data

Di dalam persaingan ponsel global, LG hanya memiliki pangsa pasar sekitar 2% saja

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Handoyo. KONTAN. CO. ID - SEOUL. LG Electronics (LG) mengumumkan buat menutup unit bisnis selulernya, keputusan itu juga telah disetujui oleh Dewan Direksi pada laman resmi kongsi, Senin (5/4).

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Handoyo.

KONTAN. CO. ID –  SEOUL. LG Electronics (LG) mengumumkan untuk menutup bagian bisnis selulernya, keputusan tersebut juga telah disetujui sebab Dewan Direksi pada laman resmi perusahaan, Senin (5/4).

Keputusan perusahaan raksasa asal Korea Selatan (Korsel) untuk keluar dari sektor ponsel salah satunya disebabkan semakin kompetitifnya industri telepon pintar saat ini. LG memutuskan untuk lebih fokus pada area komponen instrumen listrik, perangkat yang terkoneksi, smart home, robotika & kecerdasan buatan serta platform jasa.

Melansir artikel dengan dimuat Reuters, pihaknya menjelaskan ponsel LG atau produk yang telah diproduksi tenggat saat ini akan langgeng tersedia untuk dijual. LG pun tetap akan menyampaikan dukungan layanan dan pembaruan perangkat lunak bagi pelanggan yang telah menggunakan produknya.

Keputusan LG untuk menarik diri ini berdampak pada hilangnya 10% bagian pasar di Amerika Melahirkan, di kawasan tersebut LG merupakan merek terbesar nomor tiga di bawah Samsung Electronics dan Apple Inc yang menjadi saingan domestiknya.

“Di Amerika Konsorsium, LG telah menargetkan model harga menengah dan lembut, itu berarti Samsung yang memiliki lebih banyak lini produk harga menengah dibanding Apple akan lebih sanggup menarik pengguna LG, ” kata Ko Eui-young, Analis di Investment & Securities.

Divisi smartphone LG memang telah mencatat kesusahan dalam enam tahun final dengan total sekitar US$ 4, 5 miliar. Muncul dari sektor yang sangat kompetitif ini akan menguatkan LG untuk fokus pada area pertumbuhan menurut bermacam-macam analis.

Baca Juga: Bisnis ponsel tutup, LG masih akan melanjutkan layanan dan pembaruan perangkat lunak

Apalagi, dalam persaingan di global, LG hanya memiliki pangsa pasar sekitar 2% saja. Itu artinya, tahun lalu LG hanya sanggup menjual sekitar 23 juta ponsel tahun lalu, jauh lebih rendah dibandingkan Samsung yang bisa menjual 256 juta produk dalam kepala tahun menurut data Counterpoint.

Pasar LG pada global sejatinya cukup menarik, perusahaan ini memiliki konsumen cukup besar di Amerika Latin dan mampu mengambil merek smartphone nomor 5 terbesar. Hal ini membangun, mengingat pesaingnya asal China seperti Oppo, Vivo & Xiaomi tidak memiliki penuh pelanggan di Amerika Serikat, yang utamanya disebabkan ikatan bilateral yang masih sejuk.

Akan tetapi, kesimpulan LG untuk angkat menduduki dari industri ponsel bukan hal baru. Beberapa tanda besar pun sudah melakukan hal serupa, sebut selalu Nokia, HTC dan Blackberry yang telah jatuh lantaran masa kejayaan.

Nokia bisa menjadi contoh perusahaan raksasa yang tumbang. Pasalnya, sebelum hadirnya teknologi hp pintar, Nokia pernah menjelma penguasa pasar yang tidak terkalahkan. Sayangnya, seluruh pencapaiannya kandas setelah Google merilis sistem operasi Android.

Pada masa itu, Nokia berupaya untuk mencicipi balik masa kejayaan dengan mencari jalan memperkuat sistem operasi Symbian miliknya serta Windows Phone sambil menolak memakai Android. Kesalahan itu lah dengan membuat bisnis ponsel Nokia terpaksa diobral ke Microsoft, dan kemudian berada dalam tangan HMD Global.

Serupa, Blackberry yang sempat berjaya sampai tahun 2008. Blackberry bahkan sempat meremehkan kehadiran iPhone keluaran Apple yang dirilis tahun 2007. Namun, kini bisnis hp Blackberry pun kandas secara perlahan sementara pasarnya dibabat oleh perangkat iOS Apple dan Android.

 


–> Video Pilihan gong11deng –> gong11deng –>
SMARTPHONE / PONSEL BERPENDIDIKAN

gong11deng –>