Categories
Data

Bank tetap bentuk pencadangan dengan tinggi pada kuartal baru 2021

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi KONTAN. CO. ID - JAKARTA. Industri perbankan tetap membentuk pencadangan pada kuartal pertama 2021. PT Bank Danamon Tbk menyatakan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) di sekitar Rp 7 triliun pada kuartal pertama 2021.

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

LANGSUNG. CO. ID –  JAKARTA. Industri perbankan tetap membentuk pencadangan dalam kuartal pertama 2021. PT Bank Danamon Tbk menyatakan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) di sekitar Rp 7 triliun pada kuartal pertama 2021.  

Direktur Bank Danamon Dadi Budiana menyatakan CKPN tersebut telah berada pada situasi yang tinggi. Ia mengecap naik Rp 2, 5 triliun dibandingkan akhir 2019 lalu. Ia menyatakan hal itu juga dipengaruhi oleh penerapan PSAK 71.  

“Ini penyebab kenapa di tahun 2020 lalu, awak punya biaya kredit dengan besar yakni Rp satu, 5 triliun. Ini untuk tingkatkan CKPN kami, secara CKPN yang memadai ini, akan kami jaga terus, tentunya dari sisi NPL coverage  di level 171% akan dijaga terus seperti dengan dinikmati seperti saat tersebut, ” papar Dadi dalam paparan virtual pada Rabu (28/4).

Baca Juga: Bank DKI fokus mengelola kualitas aset

Sedangkan Penasihat PT Bank Central Asia Tbk Vera Eve Lim mencermati bahwa perekonomian Nusantara akan membaik tahun tersebut seiring dengan dimulainya vaksinasi Covid-19. Ia bilang perbankan masih akan tetap mengabulkan pencadangan sebagai upaya memori kualitas kredit ke depannya sejalan dengan pemulihan ekonomi di tahun 2021.  

“Per Maret 2021, BCA membukukan biaya pencadangan sebesar Rp 3, 3 triliun, meningkat 50, 3% YoY, ” ujar Vera kepada Kontan. co. id pada Rabu (28/4).  

Di tengah tantangan yang ada, Lanjutnya, BCA tetap optimis bahwa geliat perekonomian di Indonesia mau bangkit kembali seiring secara pemulihan yang saat ini mulai berjalan. Kendati demikian, hal itu harus disertai dengan penerapan protokol kesehatan dan berbagai kebijakan strategis dari regulator dan otoritas perbankan.  

Adapun Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan bank secara konservatif membentuk pencadangan (CKPN) yang sesuai untuk menghadapi risiko penurunan karakter aset serta menghadapi tantangan perekonomian di masa kelak.

Baca Juga: Penyatuan Bank Syariah Indonesia mau mengubah peta aset bank BUMN?

Itu sebabnya, di dalam kuartal 1 Tahun 2021, Perseroan tetap membentuk CKPN yang tinggi sebesar Rp 4, 81 triliun atau meningkat 127, 7% pada atas CKPN  kuartal 1 tahun 2020 yang sebesar Rp 2, 11 triliun.

“Dengan nilai CKPN yang dibentuk tersebut, perseroan melaporkan laba bersih dalam kuartal 1 tahun 2021 sebesar Rp 2, 39 triliun, dengan rasio kecukupan pencadangan atau coverage ratio ditetapkan pada level 200, 5%, lebih tinggi dibanding posisi akhir tahun 2020 yang sebesar 182, 4%, ” paparnya.  

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Sokongan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong9deng –> gong9deng –>
BISNIS PERBANKAN

gong9deng –>