Categories
Data

4 negara ini beri stimulus 10% dari PDB untuk atasi corona, bagaimana Indonesia?

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Herlina Kartika Dewi KONTAN. CO. ID - JAKARTA. Dampak corona virus disease 2019 (Covid-19) terhadap perekonomian membuat semua negara memberikan dukungan fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. Dampak corona virus disease 2019 (Covid-19) terhadap perekonomian membuat semua negara memberikan pertolongan fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi.  

Catatan Kontan. co. id, ada empat negara yang telah menggelontorkan anggaran penanganan Covid-19 lebih dari 10% dari Produk Pribumi Bruto (PDB)-nya. Bahkan dua antara lain adalah negara tetangga.

Mula-mula , Australia yang menganggarkan sokongan fiskal sebanyak 10, 9% daripada PDB. Ini diperuntukkan bagi social safety net, insentif pajak, subsidi upah, jaminan pinjaman untuk bisnis, penurunan tingkat suku bunga, dan fasilitas peminjaman ke bank.

Baca Juga: Kemenkeu perluas penerima insentif, ini daftar pajak yang diringankan

Kedua , Amerika Serikat dengan alokasi anggaran seimbang 10, 5% dari PDB. Dimanfaatkan untuk social safety net, taksiran penanganan Covid-19, insentif bagi perusahaan, penurunan suku bunga, unlimited quantitave easing (EW), dan fasilitas pinjaman untuk UMKM.

Ketiga , Singapura sebesar 10, 9% dari PDB dengan alokasi untuk social safety net, anggaran penanganan Covid-19, penundaan kenaikan GTS, bantuan pencegahan PHK, moratorium pembalasan utang/kredit, dan fasilitas liquidity swap.

Keempat , Malaysia sebanyak 10% dari PDB digelontorkan untuk social safety net, penundaan pajak, bantuan pembayaran upah pekerja, subsidi dakwaan listrik, penurunan suku bunga, serta penangguhan pinjaman restrukturisasi.

Sementara itu, di Indonesia dukungan fiskal di dalam rangka covid-19 sebanyak 2, 5% dari PDB atau setara Rp 405, 1 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kalau ukuran anggaran tersebut terus dimonitor seiring dengan kebutuhan penangan Covid-19.

“Memadai atau tidak kita hendak terus lakukan monitoring kebutuhan ekonomi dan bagaimana cara mendorongnya, ” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (22/4) pekan lalu.

Baca Juga: Sri Mulyani guyur Rp 64, satu triliun untuk stimulus pajak di hadapi corona

Adapun anggaran Rp 405, 1 triliun itu dialokasikan pemerintah kurun lain untuk:

– Jaring pengaman kesehatan Rp 75 triliun; buat pengeluaran layanan kesehatan dan insentif tenaga medis.  

– Jaring pengaman sosial Rp 110 triliun; untuk program keluarga harapan, rencana makanan pokok/sembako, pembebasan biaya listrik untuk pelanggan 450 VA semasa tiga bulan, insentif perumahan, dan program padat karya.  

kepala Jaring pengaman ekonomi Rp 70, 1 triliun; untuk ekspansi provokasi fiskal kedua dan subsidi kembang kepada debitur KUR, PNM & Pegadaian.  

– Program perbaikan ekonomi nasional Rp 150 triliun; untuk paket stimulus di bidang keuangan.

Dukungan dari Anda akan menambah vitalitas kami dalam menyajikan artikel-artikel dengan berkualitas dan bermanfaat seperti ini.

Jika berkenan, silakan manfaatkan fasilitas donasi berikut ini.

–> Video Pilihan gong15deng –>
INSENTIF FISKAL

gong15deng –>